Latar Belakang

Pendidikan merupakan faktor utama yang secara signifikan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu bangsa, baik secara langsung maupun tidak langsung. Teori motivasi pada Sumber Daya Manusia (SDM) pada dasarnya percaya bahwa penghasilan seumur hidup dari mereka yang mempunyai pendidikan lebih tinggi akan lebih besar daripada mereka yang mempunyai pendidikan lebih rendah, kendati biaya tidak langsung (opportunity cost) dan biaya langsung dari pendidikan yang lebih tinggi ikut diperhitungkan.

Dengan kata lain, investasi dengan meningkatkan pendidikan dan keterampilan SDM itu menguntungkan. Keuntungan itu dipetik tidak hanya oleh orang yang mendapatkan pendidikan tinggi (private rate of return), melainkan juga dipetik oleh masyarakat luas (social rate of return).

Kehidupan global merupakan tantangan sekaligus membuka peluang baru bagi pembangunan ekonomi dan pengembangan SDM Indonesia agar berkualitas tinggi untuk memperoleh kesempatan kerja baik di dalam maupun di luar negeri. Hal tersebut juga merupakan tantangan sekaligus peluang bagi pemerataan dan peningkatan mutu  pendidikan di Indonesia, sehingga dapat memenuhi kebutuhan SDM yang berkualitas bagi kebutuhan domestic maupun global.

Ironisnya; dalam era globalisasi multidimensi saat ini, pendidikan masih menjadi persoalan mendasar di daerah Nusa Tenggara Barat (NTB). Tidak hanya kesempatan mengenyam pendidikan secara layak dan bermutu, pengembangan pendidikan di NTB saat ini belum berjalan secara maksimal padahal indikator kualitas SDM masyarakat seperti yang diuraikan diatas sangat ditentukan oleh tingkat pendidikannya.  Secara nasional, IPM Provinsi NTB sangat memprihatinkan dan tidak kompetitif, karena berada pada posisi 26 dari 27 provinsi (1999), posisi 30 dari 30 provinsi (HDI, 2004), dan posisi 29 dari 30 provinsi (HDI 2005).

Sementara itu, dalam bidang pembangunan, NTB masih sangat tertinggal dengan daerah-daerah lainnya baik dalam hal pembangunan infrastruktur, penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sejatinya pendidikan dan pembangunan merupakan tanggung jawab semua pihak.    Paridigma yang berkembang selama ini dimana pendidikan dan pembangunan dianggap sebagai tugas penuh pemerintah harus segera di anulir. Sejatinya pula, semua elemen masyarakat mempunyai tanggung jawab yang sama.

Atas dasar itulah, dengan melihat berbagai realitas pendidikan dan pembangunan di NTB,     maka organisasi ini lahir sebagai sebuah wahana untuk menghimpun kaum intelektual Lombok Selatan yang selama ini masih tereduksi dalam tugas dan tanggung jawab individual baik pada ranah  institusional maupun rutinitas keseharian guna menyatukan visi dan langkah dalam kedekatan emosional untuk ikut serta  memajukan bidang pendidikan dan pembangunan khususnya di daerah Lombok Selatan.

Berkaca dari berbagai penomena yang ada selama ini dimana keberlangsungan sebuah organisasi sering menuai kendala yang kerap meninggalkan nama. Adalah bukan hal yang bijak untuk mempetieskan semangat kearah perubahan dan kemajuan. Kebersamaan, konsistensi dan optimisme adalah roh WP3LS yang diyakini akan mampu melanggengkan eksistensinya menuju kemajuan bersama.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s